Kenapa Banyak Ibu-Ibu Mulai Jadi Content Creator? Tren Baru di Era Digital 2025

Banyak ibu rumah tangga kini merambah jadi content creator di Instagram dan TikTok. Apa alasannya, dan kenapa tren ini makin populer di...

Kenapa Banyak Ibu-Ibu Mulai Jadi Content Creator? Tren Baru di Era Digital 2025

Kalau dulu aktivitas ibu rumah tangga identik dengan urusan dapur, anak, dan rumah, sekarang makin banyak ibu-ibu yang muncul di layar gadget kita sebagai content creator. Dari resep masakan, parenting hacks, sampai review produk rumah tangga—konten buatan mereka jadi viral dan bahkan membuka peluang penghasilan.

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Ada alasan kuat kenapa ibu-ibu sekarang makin pede dan kreatif untuk tampil di dunia digital. Yuk kita kupas satu per satu.

1. Teknologi Semakin Mudah Diakses

Dulu bikin konten butuh kamera mahal dan editing ribet. Sekarang? Cukup dengan smartphone, internet stabil, plus aplikasi gratis seperti CapCut atau Canva, semua orang bisa jadi content creator. Ibu-ibu pun nggak perlu kursus panjang—cukup belajar pelan-pelan dari tutorial YouTube atau komunitas online.

Menurut laporan We Are Social 2025, pengguna aktif media sosial di Indonesia mencapai lebih dari 190 juta orang, dengan TikTok dan Instagram sebagai platform paling populer. Ini jadi lahan subur buat ibu-ibu yang punya cerita sehari-hari untuk dibagikan.

2. Konten Sehari-Hari Itu Relatable

Yang bikin konten ibu-ibu disukai adalah keaslian. Misalnya, cara menyiapkan bekal anak, tips mengatur keuangan keluarga, atau bahkan cerita lucu saat belanja bulanan. Hal-hal kecil yang kelihatannya sepele justru bikin audiens merasa dekat.

Banyak brand juga lebih suka menggandeng momfluencer karena kontennya natural, bukan iklan kaku.

3. Jadi Sarana Ekspresi Diri

Menjadi ibu rumah tangga kadang bikin seseorang kehilangan “ruang pribadi” untuk berekspresi. Konten jadi wadah untuk kembali menemukan diri—entah lewat menulis caption jujur, bikin video kreatif, atau sekadar curhat tentang keseharian.

Buat sebagian ibu, ini bukan hanya soal uang, tapi juga soal menjaga kewarasan mental (self-care versi digital).

4. Ada Peluang Penghasilan Tambahan

Nggak bisa dipungkiri, banyak ibu-ibu tertarik karena monetisasi konten.

  • Dari program affiliate (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop).
  • Dari kerja sama brand.
  • Dari platform seperti YouTube yang bisa memberi AdSense.

Menurut laporan KADIN Indonesia (2023), UMKM masih jadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan jumlah lebih dari 64 juta unit usaha. Menariknya, sebagian besar usaha ini berawal dari rumah, dan semakin banyak yang beralih ke digital.

Sementara itu, riset open-access dari Jerkin (2025) juga menekankan bahwa adopsi platform digital memberi peluang besar bagi UMKM rumahan—termasuk yang digerakkan oleh ibu-ibu—untuk memperluas jangkauan pasar dan membangun branding lewat konten.

5. Komunitas Online yang Mendukung

Fenomena momfluencer juga tumbuh karena adanya komunitas. Ada grup WhatsApp/Telegram khusus ibu-ibu kreator, kelas online gratis, sampai dukungan dari sesama creator di platform. Dengan support system ini, ibu-ibu jadi lebih semangat dan percaya diri.

Tips Ringan Memulai Jadi Content Creator untuk IRT

Kalau kamu ibu rumah tangga yang pengen coba jadi content creator, jangan keburu minder duluan. Semua orang mulai dari nol, kok. Berikut beberapa langkah kecil yang bisa kamu coba:

1. Mulai dari yang kamu kuasai

Suka masak? Share resep simpel. Punya trik parenting? Bagikan pengalaman. Anak suka main puzzle? Review aja mainannya. Ingat, audiens suka konten yang jujur dan real.

2. Gunakan alat yang ada dulu

Nggak perlu kamera mahal. HP yang kamu pakai sehari-hari sudah cukup. Cahaya natural dari jendela juga bisa bikin video lebih terang dan estetik.

3. Konsisten, walau sedikit

Nggak harus tiap hari upload. Cukup 2–3 kali seminggu. Konsistensi lebih penting daripada sekali upload banyak lalu hilang.

4. Belajar editing basic

Aplikasi gratis seperti CapCut, Canva, atau VN sudah sangat membantu. Nggak perlu ribet—cukup potong bagian nggak penting, kasih teks, dan musik ringan.

5. Gabung komunitas

Cari grup WhatsApp, Telegram, atau kelas online khusus content creator mom. Selain bisa belajar, kamu juga dapat semangat dari sesama ibu yang lagi berjuang.

6. Nikmati prosesnya

Jangan terlalu terbebani angka viewers atau likes di awal. Fokus dulu pada membangun kebiasaan dan menikmati proses. Lama-lama, audiens akan datang dengan sendirinya.

Penutup

Jadi, nggak heran kalau banyak ibu-ibu sekarang merambah jadi content creator. Teknologi yang mudah diakses, peluang penghasilan, dan ruang untuk mengekspresikan diri membuat dunia digital terasa lebih ramah. Kalau kamu penasaran, nggak ada salahnya mulai hari ini. Coba bikin satu konten sederhana yang kamu kuasai sehari-hari. Itu bisa jadi awal perjalanan barumu.

Siapa tahu, dari dapur atau ruang tamu rumahmu, lahir konten yang menginspirasi banyak orang, ya kan? 

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.