Gelas Kosong di Atas Meja

Sebuah gelas kosong tampak biasa saja. Namun jika direnungkan, ia mengajarkan kita tentang rendah hati dan kesiapan menerima ilmu serta kebaikan.

Gelas Kosong di Atas Meja

Di sebuah ruang belajar, seorang murid tampak kebingungan. Ia merasa sudah pintar, sudah banyak membaca, dan tak lagi butuh nasihat dari gurunya. Melihat sikap itu, sang guru hanya tersenyum lalu mengambil sebuah gelas kosong.

“Anakku,” katanya sambil menunjukkan gelas itu, “apa yang bisa kuisikan ke dalam gelas ini?”

Murid itu menjawab, “Air, teh, atau apapun, Guru. Karena gelas ini kosong.”

Sang guru lalu mengangkat gelas lain yang sudah penuh berisi air. “Kalau gelas ini bagaimana?”

“Tak bisa ditambah lagi, Guru. Kalau dipaksa malah tumpah.”

Guru itu tersenyum bijak.“Begitulah hati manusia. Jika kau merasa sudah penuh, tak ada ilmu atau nasihat yang bisa masuk. Tapi jika kau rendah hati seperti gelas kosong, maka setiap kebaikan akan mudah mengalir ke dalam hatimu.”

Murid itu terdiam. Ia baru sadar bahwa kesombonganlah yang membuatnya sulit menerima kebaikan. Sejak saat itu, ia belajar untuk selalu merendahkan hati, siap menerima ilmu baru, sekecil apapun.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi." (HR.Muslim)

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.