Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa baru adalah sebuah sistem seleksi yang diadakan oleh Panitia Seleksi Nasional untuk mahasiswa baru yang akan masuk ke berbagai perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi negeri. Setiap tahunnya SNPMB selalu diadakan dengan sistem dan format yang sering diubah untuk menciptakan calon- calon mahasiswa yang berkualitas. Tidak terkecuali dengan SNPMB 2026 mendatang yang rencana di Launching sore tadi. Berita tersebut didapat dari postingan di akun media sosial resmi panitia @snpmb_id. berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya, tahapan seleksi akan dimulai lebih awal. Tujuannya peserta didik kelas 12 dan para lulusan 2024 dan 2025 bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi seleksi ini.
Banyak perubahan untuk pelaksanaan SNPMB tahun 2026 dibanding tahun- tahun sebelumnya antara lain adanya Tes kemampuan Akademik (TKA) yang akan menjadi komponen baru pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Para peserta memang tidak diwajibkan mengikuti tes ini, tetapi TKA ini akan menjadi barometer bagi peserta calon mahasiswa seberapa besar mereka menguasai materi selama di sekolah. Penguasan mereka atas materi yang dipelajari dalam lima semester sebelumnya akan menjadi pertimbangan bagi perguruan tinggi untuk menyeleksi calon mahasiswa khususnya yang masuk melalu jalur SNBP diatas.
Rencananya TKA akan dilaksanakan bagi jenjang SMA/SMK dan sederajat kelas 12 pada tanggal 1-9 November mendatang. Para calon mahasiswa diharapkan berfikir benar dan segera bersikap apakah mengikuti TKA ini atau tidak. TKA ini pertama kali diselenggarakan pada 2025 ini. Dari TKA ini, penguji akan menguji materi yang dipelajari selama bersekolah dari kelas 10-12. Adapun materi yang diujikan meliputi materi pelajaran wajib seperti Ujian Nasional dimasanya yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris. Selain itu ada pula materi pelajaran seperti Fisika, Biologi, Kimia, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Akuntansi, PKn dan berbagai pelajaran bahasa asing seperti Bahasa Arab , Jerman, Mandarin, Jepang dll. Sementara khusus anak SMK ada ujian mata pelajaran Kewirausahaan atau Proyek dari jurusan kejuruannya.
Nilai TKA ini tidak wajib, tetapi bisa menjadi alat uji obyektif untuk membandingkan satu peserta dengan peserta lainnya. Nilai TKA juga berfungsi sebagai penyeimbang nilai raport. Ini dilakukan karena selama peserta menempuh pendidikan di tingkat SMA/SMK atau bahkan ditingkat bawahnya terdapat praktik "sedekah nilai" yang terkesan sedikit merugikan peserta didik yang berprestasi. Kita ambil contoh dalam proses input nilai rapor ada siswa yang mendapat nilai 30 murni, sedangkan Kriteria ketuntasan Minimalnya adalah 70 misalnya, maka guru harus memberikan sedekah nilai sebesar 40, sementara peserta yang berprestasi yang mendapat nilai murni 90 hanya dapat sedekah nilai sedikit sehingga terkesan nilai rapor antar peserta didik tidak terdapat perbedaan yang mencolok. Ini memang sudah menjadi aturan pemerintah yang mana siswa harus naik kelas/lulus selama siswa tersebut tertib sekolah dan tidak melanggar tata tertib yang berlebihan.
Oleh karenanya dengan adanya TKA ini berfungsi untuk pendamping sekaligus menguji kredibilitas nilai raport itu sendiri. selain untuk jalur SNBP, nilai TKA juga bisa digunakan oleh Perguruan tinggi pada jalur mandiri yang tergantung pada kebijakan masing- masing.
Untuk calon mahasiswa jangan lupa untuk selalu mencari informasi di berbagai media sosial seperti di instagram @snpmb_id dan juga link You Tube SNPMB yang resmi sehingga apabila ada informasi terbaru para calon mahasiswa tidak ketinggalan tahapan SNPMB ini
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.