Dalam kehidupan sehari- hari, kita sering mendengar dan melihat seorang yang bekerja. Dimanapun berada, ia selalu mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk dirinya. Namun, sering kali kita juga melihat banyak orang yang kesulitan mendapatkan pekerjaan untuk kehidupannya yang layak. Diantara mereka ada yang bekerja di Zona nyaman. Misalkan Lulusan S1 Pendidikan ia bekerja sebagai guru, Dosen dll. Lulusan S1 Ekonomi bekerja sebagai karyawan bank. Lulusan Kesehatan bekerja di apoteker dan kedokteran. Namun, banyak pula diantara pekerja itu yang beraktivitas diluar zona nyamannya. Misalnya banyak sekali lulusan sarjana pendidikan yang bekerja di bidang kuliner, sosial kemasyarakatan, bahkan ada yang bekerja di bidang property dan sebaliknya.
Orang yang bekerja di zona nyaman, biasanya cenderung aktif di pekerjaan yang ia tekuni. Ia merasa nyaman dan menghayati benar tentang pekerjaannya. Namun biasanya, orang yang bekerja di zona nyaman cenderung tidak mau mencoba hal-hal baru karena ia sudah merasa nyaman dengan pekerjaannya. Selain itu bekerka di zona nyaman sangat minim resiko dan penghasilan yang pasti tentunya. Sementara orang yang bekerja di luar zona nyaman biasanya bekerja karena keterpaksaan, karena itu satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhannya dari pada ia tidak memiliki penghasilan. Bekerja di luar zona nyaman biasanya lebih beresiko. Namun, terkadang karena terbiasa dengan pekerjaannya tersebut, akhirnya ia juga akan merasan nyaman dengan pekerjaannya itu.
Seorang sarjana pendidikan tentu sangat nyaman bekerja sebagai guru atau dosen. Seorang guru tentu sudah terbiasa berinteraksi dengan peserta didik, bercengkrama dengan mereka dan melewati hari- hari dan kesibukan dengan mereka. Hal ini tentu berbeda jika yang berkerja sebagai guru bukan lulusan pendidikan. Ia akan mengatakan bahwa pekerjaan guru itu adalah profesi yang membosankan dan menjenuhkan. Begitu pula ada yang meremehkan guru. Ada yang berpandangan sinis seperti " enak ya jadi guru" berangkat pagi pulang sore bersenang-senang dengan murid, bercanda-canda dapat bayaran". Terus ketika bulan Juni-Juli ada libur tiga minggu. Akhir tahun libur 2 minggu, belum lagi Libur Puasa dan Idul Fitri.
Seorang lulusan Kesehatan dan kedokteran tentu sangat nyaman bekerja sebagai dokter, perawat atau apoteker karena itu menjadi bidangnya. Namun orang yang bekerja di luar, tentu banyak yang berfikiran negatif. Misalnya " Enak ya jadi dokter?, memeriksa sebentar, mengasih coretan resep obat udah dapat bayaran fantastis. Mereka para pengkritik tidak sadar bahwa kuliah di bidang kesehatan terutama kedokteran itu mahal.
Terlepas dari itu, kita bekerja di zona nyaman atau tidak harus tetap bersyukur dengan Anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita. Apapun pekerjaannya, kalau kita laksanakan dengaj sepenuh hati, maka pada akhirnya semua akan menjadi menyenangkan. Dan lebih penting lagi, setiap kita berangkat bekerja dimanapun dan apapun itu. Mari kita cari pekerjaan yang halal. Kita niati bahwa kita bekerja untuk mendapatkan ridho Tuhan sekaligus mencari nafkah buat keluarga. Amin ya Robbal alamin
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.