Pagi ini saya baru saja memulai hari dengan berlangganan membaca buku-buku non fiksi pada sebuah aplikasi baca. Dan saya sudah membaca sebuah buku karya Pepi Nugraha yang berjudul 31 Kisi-kisi Menulis.
Pepi menjelaskan bahwa hal tersulit yang dialami penulis pemula adalah memulai untuk menulis. Hal ini bukan saja dialami oleh penulis pemula. Sebagian penulis yang sudah lama berkecibung di dunia kepenulisan saja kadang bingung untuk memulai menulis.
"Saya harus menulis apa?"
"Harus mulai dati mana ya?"
Kira-kira begitulah pertanyaan yang sering muncul saat kita akan memulai untuk menulis.
Bagaimana mengatasi hal ini?
Dalam buku tersebut penulis memberikan beberapa saran yang bisa digunakan untuk membuka tulisan saat menulis. Pepi menuliskan enam cara untuk memulai menulis.
6 Cara untuk Memulai Menulis
Pertama gunakan rumus 5W1H.
Ini adalah salah satu rumus legendaris yang bisa digunakan pada berbagai macam tulisan. Baik fiksi mau pun nonfiksi. Pada buku tersebut Pepi tidak saja menyebutkan rumusnya. Melainkan dilengkapi dengan contohnya. Hal ini akan memudahkan pembaca untuk langsung memprktikkan apa yang disarankan oleh penulis.
Adapun rincian dari 5W1H adalah: who, what, where, when, why, dan how. Nah, rumus ini bisa pula kita gunakan jika kesulitan memulai untuk menulis.
Kedua latar waktu.
Rumus kedua yang mudah untuk digunakan saat menulis adalah dengan menggunakan latar waktu. Hal ini sering ditemukan pada cerita anak. Contohnya "Pada zaman dahulu ... ". Cara ini lebih sederhana untuk memulai tulisanmu. Kamu akan lebih mudah untuk memulai tulisan perdanamu.
Ketiga Latar tempat.
Rumus ketiga juga sering ditemukan pada novel-novel atau cerita pendek. Contohnya "Dalam kamar yang sepi itu. Dia masih menangis merintih kesakitan. Bukan karena tertimpa bencana, bukan pula ditinggalkan kekasih hati. Melainkan ditinggal kucing kesayangan yang bernama moly."
Keempat latar keadaan.
Saat kamu mengalami kesulitan untuk mulai menulis. Kamu juga bisa memulai dengan menulis keadaan yang sedang dirasakan. Tidak hanya keadaan pribadi. Keadaan orang lain juga bisa kamu gunakan sebagai pembuka tulisanmu. Contohnya: "Ibu tua itu sudah sangat renta, lagi miskin. Akan tetapi, ia terus bekerja siang dan malam demi sesuap nasi untuk mempertahankan hidupnya."
Kelima narasi.
Kalau bingung mau menulis apa. Kamu bisa memulainya seolah-olah sedang bercerita. Baik sama diri sendiri atau dengan orang lain. Jika itu juga sulit. Kamu bisa menulis percakapan orang lain yang kamu dengar. Contohya: "Dia duduk termenung di depan cermin sambil mengeluhkan masalah yang ia alami bersama mantan kekasih yang sudah diputusinnya satu bulan yang lalu."
Keenam Quotation.
Terakhir adalah membuka tulisan dengan kutipan, kata mutiara atau, nasihat dari orang bijak. Hal ini biasa dilakukan oleh para penulis buku nonfiksi. Salah satu yang sering saya temui adalah ketika membaca buku Ahmad Rifa'i Rif'an hampir semua karyanya diawali dengan kata-kata bijak atau ayat alquran dan hadist nabi.
Nah, itulah beberapa cara yang bisa digunakan. Jika kita kesulitan saat memulai untuk menulis. Intinya. Kita perlu banyak latihan dan terus mencoba. Setiap tulisan yang dibuat akan terus berkembang dan berkualitas sesuai kerja keras yang kita lakukan.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.