Strategi Berjualan Buku Original dengan Modal Minim

Banyak orang tidak melirik usaha penjualan buku original alasannya harganya yang mahal dan belum tentu laku. Padahal ada tipsnya agar penjualan tetap...

Strategi Berjualan Buku Original dengan Modal Minim

Seperti yang kita ketahui minat baca di Indonesia sangat rendah. Hal ini disebabkan harga buku fisik sangat mahal, sedangkan pendapatan yang diperoleh masyarakat umumnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Meskipun berjamurnya penerbit-penerbit nakal, yang menjual buku bajakan, namun masih banyak masyarakat yang lebih memilih untuk membeli buku original. Alasannya bervariasi meliputi kualitas tulisan buku original lebih jelas dibanding buku bajakan, kertas yang digunakan juga lebih tebal, dan bisa digunakan sebagai koleksi pribadi.

Dengan alasan tersebut, saya iseng untuk berjualan buku-buku original. Untuk terjun dalam dunia penjualan buku original, tidak begitu mudah. Banyak sekali rintangannya, contohnya saya harus meluangkan waktu untuk ikut setiap event promosi dan diskon berbagai penerbit. Belum lagi memprediksi buku yang akan tetap laku jika dijual kembali. Saya melakukan riset ini dari  tahun 2013 untuk menentukan pola.

Saya menemukan sebuah pola bahwa masyarakat masih menggemari buku-buku terbitan Gramedia. Hal ini didasari pada saat Gramedia membuka event gudang buku tahun 2016, dimana harga buku murah meriah, masyarakat rela antri dari pagi-pagi buta. Masyarakat sangat antusias sampai-sampai gudang buku membludak dan penuh sesak. Saat itu, Gramedia mematok harga sangat minim dari komik yang tipis sampai novel yang tebal pun harganya 5.000 rupiah saja/pcs.

Saat pandemi, saya mencoba membeli beberapa buku 5.000 sampai 10.000 di gudang buku Gramedia. Saya hanya menghabiskan uang sekitar kurang dari 200.000 akan tetapi mendapatkan sekitar 30 buku bacaan random. Buku-buku tersebut kemudian  saya jual di toko online shoppe dan tokopedia. Saya tidak memasang harga tinggi. Buku-buku tersebut saya jual kembali setengah harga dari buku baru. Ternyata, peminatnya sangat banyak. Penjualan buku saya laris manis bahkan banyak customer yang minta dicarikan buku lainnya seperti buku soal-soal erlangga tahun jadul atau buku peternakan dengan harga miring. Saya mendapatkan hasil bersih sekitar 2 juta rupiah dengan modal kurang dari 200.000.

Jadi, sebenarnya minat baca di Indonesia masih tinggi, namun tidak didukung dengan tersedianya penjualan buku yang murah. Hal ini bisa digunakan sebagai celah bahkan inovasi untuk usaha kecil-kecilan yang masih relate di zaman sekarang tanpa modal yang banyak.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.