Pra-Piala Dunia 2026 : Pernah kalah dari Indonesia, tim kecil ini lolos Piala Dunia

Pra-Piala Dunia 2026 : Pernah kalah dari Indonesia, tim kecil ini lolos Piala Dunia

Pra-Piala Dunia 2026 : Pernah kalah dari Indonesia, tim kecil ini lolos Piala Dunia

Hari ini, seluruh rangkaian Kualifikasi Piala Dunia 2026 telah selesai dan telah meloloskan 42 dari 48 negara yang bakal bersaing dalam turnamen sepak bola terbesar sejagat. 7 dari 8 tim yang pernah juara yakni Brazil (5), Jerman(4), Argentina (3), Perancis (2), Uruguay (2), Spanyol (1) dan Inggris (1) telah memastikan tempat di turnament empat tahunan tersebut dan menyisakan Italia yang harus melewati babak Play Off. Tim- Tim besar lain yang sudah lolos antara lain Portugal, Belanda dll. Lolosnya tim-tim yang mapan diatas bukanlah hal yang mengherankan apalagi kuota peserta ditingkatkan dari 32 menjadi 48 tim.

Di tengah tim- tim yang memang sudah mapan dan menjadi langganan Piala Dunia, terselip beberapa tim yang untuk kali pertama tampil pada ajang sepak bola empat tahunan tersebut. Sebut saja dari Asia ada Yordania dan Uzbekistan. Sementara di Afrika ada Tanjung Verde yang memastikan tampil perdana tahun depan. Dan Pagi tadi kita menyaksikan tim debutan lagi yang mau pentas ke Piala Dunia yakni Curacao.

Sebelumnya kita sangat asing dengan nama negara ini, apalagi kaitannya dengan turnamen megah sekelas Piala Dunia. Yang diingat oleh pecinta sepakbola Indonesia hanya bahwa tim ini pernah dikalahkan oleh Timnas Indonesia dalam FIFA matchday beberapa tahun lalu. Para fans Timnas tentu sangat ingat bahwa timnas Garuda saat itu mengalahkan Curacao saat dinahkodai Patrick Kluivert. Dengan pemain yang belum banyak naturalisasi, tim Asuhan Shin Tae Young mampu mengalahkannya.

Hari ini, publik sepak bola Indonesia dibuat tercengang saat melihat tim yang pernah mereka kalahkan dua kali, tampil di ajang bergengsi tersebut. Lolosnya Curacao adalah sebuah kejutan besar. Negara yang berpenduduk 156.000 jiwa ini memecahkan Islandia sebagai negara negara dengan populasi terkecil yang lolos piala dunia. Yang mengagetkan publik Indonesia tentu negara ini lolos setelah tidak lagi ditangani oleh Patrick Kluivert. Sementara timnas Indonesia justru gagal saat diasuh menerr Belanda tersebut. Ini tentu adalah sebuah anomali Bagaimana seorang pelatih yang dipecat sebuah tim kemudian diambil sebagai pelatih untuk menangani tim yang berada di jalur kemenangan. Biasanya pelatih itu dipecat saat rentetan hasil minor, tapi ini justru sebaliknya.

Kluivetr atau jajaran pelatih tidak salah, tapi federasi kitalah yang tidak mau belajar dari Curacao. Curacao segera memecat Kluivert  saat hasil minor dan menggatinya dengan Dick Advocat yang lebih berpengalaman. Sementara federasi kita justru mengganti Pelatih pasca kemenangan  2-0 atas Arab Saudi.

Curacao berhasil memuncaki klasemen akhir grub B zona Concacaf mengungguli Jamaika dan lolos ke Piala Dunia. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan pantas di apresiasi. Meskipun banyak yang meremehkan kiprahnya nanti tapi setidaknya negara mereka tercatat sebagai salah satu peserta Piala Dunia. Banyak pula netizen yang mengatakan lolosnya Curacao hanyalah sebuah keberuntungan. Ya. Sepak bola memang selain faktor beruntung juga permainan yang mereka tunjukkan. Dengan pemain yang juga terdiri mayoritas pemain naturalisasi dengan pelatih yang tepat akhirnya mimpi tampil di piala Dunia bisa terwujud.

Jika Federasi masih seperti ini, saya yakin sampai kapanpun Indonesia tidak akan pernah tampil di ajang piala Dunia kecuali menunggu penambahan kuota lagi. Bagaimana federasi bisa berjalan baik kalau ketuanya rangkap jabatan dan pebisnis.  Dengan rangkap jabatan tentu fokus akan terpecah sehingga dua-duanya menjadi tidak maksimal. Sepak bola tidak berkembang, Bulu tangkis yang selama ini jadi tumpuhan juga mengalami kemrosotan dalam beberapa tahun terakhir.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.