Dalam lintasan sejarah, kita sering melihat banyak tokoh wanita yang ternama dan berperan aktif dalam banyak kegiatan bersama pasangan atau kaum adam. Sebut saja Aisyah binti Abubakar yang mendampingi Nabi Muhammad saw dan Rasulpun sangat mencintai isterinya itu dan sering memanggilnya Ya Khumaira. Begitu Cintanya nabi pada Aisyah hingga beliau wafat pun dipangkuan Aisyah dan dimakam di kamar Aisyah. Tokoh wanita lainnya adalah yang berperan aktif dalam perjalanan Islam adalah Asma binti abubakar. Ia berperan aktif dalam mengantar makanan ke gua Tsaur dalam perjalanan hijrah nabi ke Madinah, padahal saat itu ia sedang hamil tua. Sementara dalam perjuangan masyarakat Indonesia ada tokoh- tokoh wanita macam RA Kartini, Cut Nyak Dien dll. Namun diantara sekian perempuan paling berpengaruh, ada empat perempuan yang memiliki kedudukan istimewa di Surga berkat jasa dan anugerah yang diberikan Allah swt kepadanya, mereka adalah :
1. Asiyah binti Mazahi
Dalam catatan sejarah, Asiyah binti Mazahi merupakan Permaisuri Raja Firaun, Raja Mesir Kuno yang memerintah dengan tangan besi. Ia memerintahkan seluruh punggawa kerajaan dan rakyatnya untuk menyembah dirinya layaknya Tuhan. Suatu hari Firaun mimpi ada seorang bayi yang kelak akan menggulingkan kekuasaannya. Karena mimpi tersebut ia memerintahkan setiap bayi laki- laki yang lahir untuk dibunuh. Mendengar hal itu, Ibunya bayi Musa terpaksa dihanyutkan ke Sungai Nil yang akhirnya Ditemukan istri Firaun. Musa kemudian dibawa ke Istana Firaun. Berulang kali Firaun yang mengetahui hal tersebut berusaha menghabisi Musa kecil tetapi selalu dicegah oleh Istri Firaun tersebut karena ia ingin memeliharan dan menyayangi bayi tersebut. Atas asuhan Asiyah ini pula, Musa tumbuh dewasa dan menjadi Utusan Tuhan untuk berdakwah pada kaumnya. Kekuasaan Firaun akhirnya berakhir dengan ditenggelamkannya Firaun dan pengikutya di Laut Merah
2. Maryam binti Imran
Di masa usia senjanya, Imran dan isterinya Hanah belum juga dikaruniai seorang anak. Beliau dan istri tidak putus asa untuk memohon kepada Allah swt. Sampai akhirnya dari rahim isterinya bayi perempuan yang cantik terlahir dan diberi nama Maryam. Imron dan Hannah sangat serius menyiapkan buah hatinya. Maryam lalu dititipkan kepada pamannya Nabi Zakaria termasuk pendidikannya. Maryam tumbuh sebagai gadis suci dalam asuhan pamannya. Makanan nya secara khusus diantar dari langit, sehingga ia sama sekali tidak tersentuh seorang laki- laki. Meskipun demikian, Allah lalu mentakdirkannya hamil meski sama sekali tidak bergaul dengan laki-laki. Akibat kehamilan itu, Maryam dihina dan dicaci maki oleh kaumnya. Mereka tidak menyangka jika perempuan yang selama ini selalu berdiam di kamar dan diawasi paman sekaligus nabiyullah, Zakaria bisa hamil. Cemoohan itu diterima Maryam dengan hati ikhlas, sampai akhirnya bayi yang dilahirkan itu bisa bicara dan membela ibunya, kelak bayi itu adalah utusan Alloh juga, yakni Nabi Isa as.
3. Khodijah binti Khuwailid
Beliau adalah Isteri pertama Rasulullah saw. Menikah dengan nabi saat berusia 40 tahun atau 15 tahun lebih tua dari nabi Saw. Meski demikian Nabi Muhammad saw sangat menyayanginya. Selama berumah tangga dengan Khadijah, Nabi Muhammad saw tidak pernah mengambil wanita lain sebagai isteri. Ia adalah Istri yang berjuang dengan nabi dari nol. Ia memberikan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan nabi. Ketika nabi dan keluarga bani Hasyim diboikot kafir Qurays, Khodijah memilih meninggalkan hartanya untuk bersama keluarga nabi yang diboikot tersebut. Begitu kerasnya beliau membantu nabi, sehingga beliau sangat disayangi nabi bahkan saat sudah tiada sekalipun, enam dari tujuh anak nabi Muhammad lahir dari Rahim Khodijah ini.
4. Fatimah bin Muhammad
Diantara Putra dan Puteri nabi Muhammad sawa, ia adalah satu-satunya yang masih hidup hingga nabi Muhammad. Masa kecilnya selalu bersama Rasulullah saw, hingga ia dipersunting sepupu nabi yakni Ali bin Abi Thalib yang sejak kecil juga diasuh oleh Rasulullah. Fatimah adalah wanita yang istimewa, menurut sebagian riwayat ia perempuan yang tidak mengeluarkan darah haid sehingga berjuluk az zahra. Kehidupannya bersama suami sngat sederhana bahkan kekurangan. Meski demikian ia sangat mencintai suaminya, Ali bin Abi Thalib. Ali juga sangat mencintainya. Ali juga tidak berpraktik poligami selama Fatimah masih hidup. Ketika Rasulullah saw akan wafat ia memanggil puteri kesayangannya ini dengan dua bisikan. Bisikan pertama di telinga Fatimah membuatnya dia menangis karena harus segera berpisah dengan ayahnya. Sedangkan bisikan kedua membuat fatimah gembira karena ia akan menjadi keluarga nabi yang paling dahulu menyusul dan benar Fatimah wafat pada bulan Ramadan atau 6 bulan setelah wafatnya nabi saw pada Rabiul Awwal.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.