Puisi: Seorang Hati Isteri
Dalam diam aku menatap langit,
Menitip doa yang tak pernah habis.
Antara tangis dan senyum yang aku simpan,
Ada sabar yang kerap tak terlihat insan.
Aku bukan wanita sempurna,
Tapi setiap nafasku adalah cinta.
Untuk rumah kecil kita yang sederhana,
Untuk bahumu yang jadi tempat bercerita.
Aku simpan resah di hujung sujud,
Agar tiada lelah yang kau turut sambut.
Kerna cinta ini bukan hanya kata,
Ia pengorbanan yang tak minta dipuja.
Bila malam sunyi menyapa jiwa,
Aku tetap di sini, setia.
Menjahit rindu dengan benang doa,
Agar kau tahu, aku selalu ada.
Wahai suami, wahai cinta,
Jika pernah terluka oleh kata atau nada,
Ingatlah — hati isteri itu lembut dan setia,
Namun tetap kuat walau tak selalu berkata.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.