Bagi pecinta buku, membeli buku baru merupakan sebuah kebutuhan– bahkan terkadang, dapat menjadi terapi. Namun, kebiasaan ini seringkali berbenturan dengan kondisi keuangan bulanan. Biasanya pencinta buku tidak dapat menahan diri untuk tidak beli buku baru. Rasanya selalu ada judul yang menarik “memanggil” setiap kali mampir ke toko buku atau Scroll media sosial.
Tapi tentang, kamu tetap bisa menikmati hobi baca tanpa bikin kantong jebol. Yuk, Coba Terangkan cara Book budgeting berikut ini biar tetap bisa beli buku tiap bulan dengan tenang.
1. Siapkan Budget Khusus
Langkah pertama adalah menentukan berapa banyak uang yang dikeluarkan setiap bulannya khusus untuk buku. Misalnya, jika memiliki pendapatan Rp 2.000.000 perbulan, kamu bisa menyisihkan 5 sampai 10% untuk beli buku. Artinya sekitar Rp.100.000 sampai Rp.200.000 per bulan. Atau bisa juga menggunakan metode budgeting 50/30/20, yaitu 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan ( termasuk pengeluaran untuk buku). dan 20% untuk tagihan dan investasi. Pastikan setiap pengeluarannya berkomitmen untuk tidak melampaui batas tersebut.
2. Buat Wishlist Buku Incaran
Pernah impulsif beli buku karena desain sampulnya yang menarik, tapi akhirnya tidak dibaca? Atau tergoda oleh diskon dan promo yang ada di toko buku? Nah, wishlist atau daftar keinginan ini bisa jadi penyelamat. Catat apa saja buku yang benar-benar kamu inginkan. Tulis judul, penulis serta harga buku incaran agar tidak melebihi anggaran yang kamu sisihkan setiap bulannya untuk membeli buku.
Ketika melihat buku di luar wishlist tanda kumaha tahan keinginan untuk membelinya saat itu juga. Catat saja di wishlist dan evaluasi kembali di bulan berikutnya. Ini akan membantu membedakan antara keinginan sesaat dan buku yang benar-benar ingin anda baca. Pastikan juga untuk berkomitmen membeli buku baru hanya setelah menyelesaikan atau menjual buku yang sudah ada.
3. Manfaatkan Diskon dan Promo Buku
Tidak sedikit dari toko buku online maupun offline yang memberikan diskon, terutama di tanggal cantik (seperti 10.10, 11.11, atau 12.12). Manfaatkan juga voucher cashback dan E-Wallet atau kamu juga bisa beli bundel atau pre-order karena beberapa penerbit banyak menawarkan harga lebih murah dengan pembelian awal atau bundel.
4. Beli Buku Preloved
Buku preloved alias buku bekas bisa menjadi solusi untuk kamu yang ingin tetap hemat namun koleksi buku bertambah. Banyak penjual offline maupun online yang menjual buku bekas dalam kondisi masih sangat bagus, bahkan terlihat seperti baru. Harga buku preloved biasanya lebih murah 30-70% dari harga asli. Selain hemat, hal ini juga termasuk gaya hidup ramah lingkungan karena membantu memperpanjang umur barang.
5. Manfaatkan Sumber Bacaan Gratis Atau Pinjaman
Membaca buku tidak harus selalu dengan membelinya. Kamu bisa memanfaatkan sumber-sumber berikut untuk memuaskan hasrat membaca:
- Perpustakaan Umum/ Daerah: kamu bisa kunjungi dan memanfaatkan layanan perpustakaan umum/daerah. ini merupakan sumber bacaan gratis yang seringkali terlupakan.
- Pinjam ke Teman: Kamu bisa pinjam buku ke teman yang juga suka baca buku atau memiliki buku yang ingin kamu baca.. Jika tidak ada, kamu bisa bergabung di komunitas pembaca buku. Biasanya komunitas ini mengadakan kegiatan seru seperti sharing pengalaman baca buku dan book swamp (tukar buku).
- Beralih ke Bacaan Digital: kalau budget sedang ketat, kamu bisa beralih ke bacaan digital. Banyak platform yang menyediakan ribuan buku dengan biaya langganan murah, bahkan ada yang gratis. Selain lebih ekonomis, kamu juga bisa baca kapanpun dan dimanapun tanpa bawa banyak buku.
Mengatur keuangan bukan berarti mengekang diri dari hal yang kamu sukai. Justru dengan book budgeting, kamu bisa menikmati hobi membaca dengan tenang dan terencana.
Buku tetap terbeli, keuangan tetap stabil — win-win solution!
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.