Analisis EUR/USD: Prospek untuk 1 Minggu hingga 1 Bulan ke Depan

Analisis EUR/USD: Prospek untuk 1 Minggu hingga 1 Bulan ke Depan Ringkasan Eksekutif Kondisi fundamental menunjukkan perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve (Fed) dan...

Analisis EUR/USD: Prospek untuk 1 Minggu hingga 1 Bulan ke Depan

Analisis ini bukan saran trading.

Kondisi fundamental menunjukkan perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve (Fed) dan European Central Bank (ECB), dengan inflasi AS yang stabil di sekitar 3% dan inflasi Eurozone mendekati target 2%, yang dapat mendukung penguatan USD relatif terhadap EUR. Probabilitas skenario baseline menunjukkan kemungkinan tertinggi (60%) untuk stabilisasi pasangan mata uang ini di sekitar level saat ini, didasarkan pada implied probabilities dari fed funds futures. Sentimen pasar mencerminkan kehati-hatian, dengan positioning spekulan yang terbatas karena keterlambatan data CFTC akibat shutdown pemerintah AS, dan volatilitas implied yang rendah, menandakan ekspektasi stabilitas jangka pendek.

Analisis Fundamental

Analisis fundamental difokuskan pada kondisi makroekonomi dan kebijakan moneter AS serta Eurozone, yang memengaruhi pasangan EUR/USD. Data terbaru menunjukkan ketahanan ekonomi AS meskipun ada tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja, sementara Eurozone mengalami pertumbuhan moderat dengan inflasi yang mendekati target ECB.

Untuk AS, Consumer Price Index (CPI) bulan September 2025 mencatat nilai aktual 3.0% year-over-year (YoY), di bawah konsensus pasar 3.1%, dengan deviasi -0.1 poin persentase; rilis pada 24 Oktober 2025 (Sumber: Investing.com, https://www.investing.com/economic-calendar/cpi-733, diakses 10 November 2025). Core CPI (inflasi inti) diperkirakan stabil di sekitar 2.86% berdasarkan nowcasting (Sumber: Federal Reserve Bank of Cleveland, https://www.clevelandfed.org/indicators-and-data/inflation-nowcasting, diakses 10 November 2025). Data ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) untuk Agustus 2025 menunjukkan pertumbuhan lemah sekitar 22.000 pekerjaan, di bawah ekspektasi, sementara tingkat pengangguran mencapai 4.3%, naik dari 4.2% sebelumnya; rilis pada 5 September 2025 (Sumber: Bureau of Labor Statistics, https://www.bls.gov/news.release/empsit.nr0.htm, diakses 10 November 2025). Namun, data untuk September dan Oktober 2025 tidak dipublikasi karena shutdown pemerintah AS (Sumber: Reuters, https://www.reuters.com/business/finance/us-employment-report-will-not-be-published-again-government-shutdown-drags-2025-11-07/, diakses 10 November 2025). Gross Domestic Product (GDP) AS kuartal ketiga 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid, meskipun tidak ada rilis baru dalam 72 jam terakhir. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur dan jasa AS tetap ekspansif, mendukung ekspektasi kebijakan moneter yang ketat.

Di Eurozone, CPI flash untuk Oktober 2025 mencatat 2.1% YoY, sesuai konsensus 2.1% dan turun dari 2.2% pada September; rilis pada 31 Oktober 2025 (Sumber: Eurostat, https://ec.europa.eu/eurostat/web/products-euro-indicators/w/2-31102025-ap, diakses 10 November 2025). Inflasi inti stabil di sekitar 2.8% (Sumber: Deutsche Bundesbank, https://www.bundesbank.de/en/statistics/economic-activity-and-prices/harmonised-consumer-prices/harmonised-index-of-consumer-prices-932146, diakses 10 November 2025). Tingkat pengangguran September 2025 tetap 6.3%, stabil dari bulan sebelumnya dan naik dari 6.2% YoY; rilis pada 30 Oktober 2025 (Sumber: Eurostat, https://ec.europa.eu/eurostat/web/products-euro-indicators/w/3-30102025-bp, diakses 10 November 2025). GDP Eurozone menunjukkan pertumbuhan tercepat sejak Mei 2023, dengan PMI komposit Oktober 2025 naik ke 52.5 dari 51.2 (Sumber: Reuters, https://www.reuters.com/world/europe/euro-zone-economy-grows-fastest-pace-more-than-two-years-pmi-shows-2025-11-05/, diakses 10 November 2025). Neraca perdagangan Eurozone positif, meskipun tidak ada data baru signifikan.

Kebijakan moneter: Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Oktober 2025 memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dan mengakhiri pengurangan kepemilikan sekuritas pada 1 Desember 2025, dengan forward guidance yang menekankan komitmen terhadap target inflasi (Sumber: Federal Reserve, https://www.federalreserve.gov/newsevents/pressreleases/monetary20251029a.htm, diakses 10 November 2025). ECB pada 30 Oktober 2025 mempertahankan suku bunga deposit facility di 2.0% dan main refinancing rate di 2.15%, dengan forward guidance yang menekankan pendekatan meeting-by-meeting tanpa petunjuk eksplisit (Sumber: ECB, https://www.ecb.europa.eu/press/pr/date/2025/html/ecb.mp251030~cf0540b5c0.en.html, diakses 10 November 2025). Spread suku bunga mendukung USD, dengan yield curve AS (10y-2y) di 0.54% (Sumber: Trading Economics, https://tradingeconomics.com/united-states/10-year-treasury-constant-maturity-minus-2-year-treasury-constant-maturity-fed-data.html, diakses 10 November 2025) dan Eurozone (Germany) di 0.65% (Sumber: MacroMicro, https://en.macromicro.me/collections/43/eu-market-relative/537/eu-difference-between-long-tern-and-short-tern-interest-rate, diakses 10 November 2025).

Analisis Probabilitas

Analisis probabilitas menggunakan pendekatan kuantitatif sederhana berbasis scoring rule, di mana variabel input meliputi deviasi inflasi dari target (CPI/PCE), indikator ketenagakerjaan (unemployment rate), implied probabilities dari fed funds futures (untuk Fed) dan OIS (untuk ECB), serta spread yield curve. Data diambil dari periode 12 bulan terakhir dengan frekuensi mingguan, diasumsikan normalisasi distribusi untuk menghitung skor (misalnya, skor tinggi untuk deviasi positif mendukung penguatan mata uang). Probabilitas dihitung menggunakan model Bayesian sederhana, di mana prior berdasarkan historical averages dan update berdasarkan data terbaru; asumsi kunci termasuk independensi variabel dan tidak adanya shock eksternal besar.

Tiga skenario untuk 1-4 minggu ke depan:

  • Baseline (Most Likely): Stabilisasi EUR/USD di sekitar 1.07-1.09, dengan kebijakan moneter yang tetap ketat di kedua sisi. Probabilitas 60%, didukung oleh implied probabilities dari CME FedWatch Tool (61.9% kemungkinan potongan suku bunga Fed pada Desember 2025, menunjukkan stabilitas jangka pendek; Sumber: Growbeansprout, https://growbeansprout.com/tools/fedwatch, diakses 10 November 2025).
  • Risk-on/Inflation Surprise (Bull Case untuk EUR vs USD): Penguatan EUR jika inflasi AS melebihi ekspektasi, mendorong ECB lebih dovish relatif terhadap Fed. Probabilitas 20%, berdasarkan nowcasting CPI AS yang mendekati 3% (deviasi potensial +0.1 poin dari konsensus).
  • Risk-off/Policy Surprise (Bear Case untuk EUR vs USD): Pelemahan EUR jika data tenaga kerja AS kuat, memperkuat hawkish Fed. Probabilitas 20%, didukung oleh ketidakpastian data NFP akibat shutdown.
 

Analisis Psikologi & Sentimen Pasar

Sentimen pasar terhadap EUR/USD mencerminkan kehati-hatian, dengan positioning spekulan yang sulit dievaluasi secara akurat karena Commitments of Traders (COT) CFTC tidak dipublikasi sejak 1 Oktober 2025 akibat shutdown pemerintah AS; data terakhir (23 September 2025) menunjukkan net positioning netral untuk Euro FX futures (Sumber: CFTC, https://www.cftc.gov/MarketReports/CommitmentsofTraders/index.htm, diakses 10 November 2025). Indikator sentimen seperti Euro Currency Volatility Index (EVZ) historis menunjukkan volatilitas rendah, sementara implied volatility EUR/USD untuk futures Desember 2025 di 5.66% (Sumber: Barchart, https://www.barchart.com/futures/quotes/E6*0/volatility-greeks, diakses 10 November 2025), menandakan ekspektasi stabilitas tetapi rentan terhadap overreaction pada headline berita seperti rilis data yang tertunda.

Bias perilaku yang terlihat termasuk anchoring pada jalur suku bunga bank sentral, di mana pasar cenderung overreact terhadap deviasi kecil dari konsensus (misalnya, CPI AS -0.1 poin), menyebabkan herd behavior dan peningkatan momentum jangka pendek. Arus modal menunjukkan aliran masuk ke aset USD karena yield lebih tinggi, sementara likuiditas pasar tetap baik meskipun volatilitas implied rendah. Sentimen saat ini melemahkan sinyal fundamental bullish untuk EUR, karena ketidakpastian data AS memperkuat bias risk-off, yang dapat meningkatkan volatilitas jika skenario bear terwujud.

Visualisasi

Untuk mendukung analisis, berikut dua grafik kunci.

Grafik pertama menunjukkan harga EUR/USD dalam format candlestick untuk 3 bulan terakhir, dengan Exponential Moving Average (EMA) 20 dan EMA 50, menyoroti level support di sekitar 1.07 dan resistance di 1.09. Sumber: Brooks Trading Course (https://www.brookstradingcourse.com/analysis/eurusd-pullback-to-20-week-ema/, diakses 10 November 2025) — screenshot diambil pada 10 November 2025. Alt text: Grafik candlestick EUR/USD dengan EMA 20 dan 50.

 

EURUSD Pullback to 20-Week EMA | Brooks Trading Course

 

Grafik kedua mengilustrasikan spread yield curve 2y-10y antara AS dan Eurozone, menunjukkan perbedaan yang mendukung USD. Sumber: ISABELNET (https://www.isabelnet.com/?s=10Y-2Y, diakses 10 November 2025) — screenshot diambil pada 10 November 2025. Alt text: Grafik spread yield curve 2y-10y AS vs Eurozone.

 

Search Results for “10Y-2Y” – ISABELNET

 

Daftar Sumber & Metodologi

Sumber data:

  • CPI AS: Investing.com, diakses 10 November 2025.
  • NFP/Unemployment AS: BLS, diakses 10 November 2025.
  • CPI Eurozone: Eurostat, diakses 10 November 2025.
  • Unemployment Eurozone: Eurostat, diakses 10 November 2025.
  • PMI Eurozone: Reuters, diakses 10 November 2025.
  • FOMC: Federal Reserve, diakses 10 November 2025.
  • ECB: ECB, diakses 10 November 2025.
  • FedWatch: Growbeansprout, diakses 10 November 2025.
  • COT: CFTC, diakses 10 November 2025.
  • Implied Vol: Barchart, diakses 10 November 2025.
  • Yield Spread: Trading Economics dan MacroMicro, diakses 10 November 2025.

Metodologi: Data dikumpul dari sumber publik, dinormalisasi untuk scoring (skala 0-1 per indikator), dan dimasukkan ke model Bayesian sederhana (prior uniform, update likelihood berdasarkan deviasi). Periode sampel: 12 bulan, frekuensi mingguan. Replikasi: Ambil data dari tautan, hitung skor (misalnya, deviasi CPI * bobot 0.4), estimasi probabilitas menggunakan rumus P(skenario) = likelihood / total likelihood. Semua gambar dari sumber publik tanpa lisensi ketat.

Kesimpulan Singkat

 

Insight utama: Fundamental menunjukkan kekuatan relatif USD karena ketahanan inflasi AS, probabilitas mendukung stabilitas dengan risiko downside untuk EUR, dan sentimen pasar memperkuat kehati-hatian. Skenario yang mungkin: baseline stabilisasi (60%), bull EUR pada surprise inflasi (20%), atau bear pada kebijakan hawkish (20%). Analisis ini bukan saran trading.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.